Bagaimana Cara Membuat Rencana Pelatihan yang Efektif untuk Tim Anda?

0 2,463

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan disaat membuat rencana pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan. Di bawah ini akan dijabarkan komponen-komponen apa saja yang perlu diperhatikan sehingga menghasilkan pelatihan yang menarik bagi staff Anda dan juga berdampak.

1. Apakah topik pelatihan bagi karyawan Anda adalah topik yang menarik bagi mereka?
Kenali apa yang menjadi topik pelatihan favorit karyawan Anda. Berikan peluang pelatihan yang dapat menginspirasi mereka untuk mengembangkan karir atau termotivasi mencapai prestasi seperti misalnya yang dicapai departemen yang lain. Topik pelatihan tidak harus selalu melibatkan keterampilan teknis di tempat kerja tetapi juga softskill yang dapat membentuk kehidupan mereka secara profesional.

Tanyakan kepada orang-orang di institusi Anda topik-topik pelatihan yang menarik minat mereka. Cobalah untuk memasang polling terbuka dengan tujuan untuk menambahkan lebih banyak saran sehingga mereka dapat memikirkan hal lain yang mungkin Anda lewatkan. Sesi pelatihan ini adalah untuk keuntungan mereka, jadi tidak ada gunanya jika Anda akan memaksakan keterampilan pada mereka yang mereka tidak tertarik untuk belajar. Semakin banyak opsi yang dapat mereka pilih, semakin baik.

2. Apakah pelatihan yang Anda rancang memakai metode permainan yang mendorong persaingan yang sehat?
Orang dewasa menyukai kompetisi untuk meningkatkan produktivitas mereka. Gunakan metode lomba atau permainan sebagai cara untuk menginspirasi mereka supaya lebih aktif dan bekerja keras saat pelatihan berlangsung. Misalnya, Anda dapat menetapkan sistem poin bagi setiap kelompok pegawai, dan tiga kelompok teratas dengan poin terbanyak mendapatkan hadiah atau doorprize.

Metode ini akan menciptakan peluang bagi anggota tim Anda untuk mendiskusikan strategi dan berbagi wawasan. Bagaimanapun juga, Anda semua bekerja bersama untuk sasaran bersama dalam bisnis Anda.

3. Apakah Anda memilih pelatihan tatap muka daripada ruang kelas dan webinar digital?
Teknologi telah memungkinkan orang melakukan hampir semua hal secara online: berbelanja, mengobrol, membayar tagihan, dan bahkan belajar.

Diluar waktu pelatihan tatap muka, pastikan Anda dapat menyiapkan agar materi pembelajaran saat pelatihan tersedia secara online untuk mereka tinjau kembali.

Webinar juga menjadi pilihan tepat untuk melengkapi pelatihan tatap muka, baik sebelum atau sesudah. Karena peserta akan tetap bisa saling berdiskusi dan apabila ada pertanyaan dapat diatasi segera.

4. Selain merancang pelatihan untuk staff secara keseluruhan, apakah Anda juga sudah memperhatikan kebutuhan pelatihan masing-masing individu?
Pelatihan massal merupakan cara mudah untuk melatih karyawan Anda — tetapi bukan berarti Anda hanya harus melakukan itu saja. Berinvestasi lah dalam pelatihan individu yang sangat penting bagi karyawan Anda.

Selain itu, pendekatan ini akan mencegah Anda membuang-buang waktu, uang, dan sumber daya. Anda tidak ingin mengajarkan sesuatu yang beberapa karyawan Anda sudah tahu bagaimana melakukannya kan? Lagipula program seperti ini juga akan menyebabkan mereka kehilangan minat bahkan saat baru berangkat.

Dorong mereka untuk mendaftar lebih dari satu pelatihan jika jadwal dan kemauan mereka memungkinkan, atau mintalah mereka memilih pelatihan individu yang diinginkan dan gerakkan mereka setiap tiga bulan untuk kesempatan belajar yang konsisten.

5. Apakah Anda sudah meminta feedback dari orang-orang di dalam institusi Anda?
Umpan balik atau feedback sangat penting untuk proyek apa pun, baik itu dari bos, klien, atau bawahan Anda. Hal yang sama berlaku untuk program pelatihan. Jarang bagi manajer mana pun untuk mendapatkan platform pelatihan mereka yang sempurna pertama kali, jadi penting untuk mengetahuo hal-hal yang dapat Anda tingkatkan. Orang-orang terbaik yang dapat memberi Anda wawasan tentang perubahan ini adalah orang-orang yang mengikuti pelatihan.

Hindari menggunakan cara mendapatkan feedback secara massal. Karena hal tersebut dapat menimbulkan bias disebabkan oleh pemikiran yang terpengaruhi oleh kelompok. Coba berikan kesempatan memberikan feedback secara individu misalnya menggunakan form online.

6. terakhir, apakah Anda mempertimbangkan bagaimana karyawan Anda belajar?
Ada banyak cara untuk menjalankan program pelatihan Anda yang dapat mencerminkan gaya belajar yang berbeda. Beberapa karyawan Anda mungkin merasa bahwa mereka mencerna informasi terbaik ketika mereka melakukannya secara langsung, sementara yang lain mungkin lebih nyaman dengan teknik menghafal tradisional.

Cobalah untuk mencocokkan keterampilan inti yang tepat untuk setiap jenis gaya belajar sehingga Anda dapat lebih membantu keputusan karyawan Anda dalam memilih jalur pelatihan mana yang cocok untuk mereka. Ini akan membantu mengelola harapan Anda dan anggota tim.

Rencanakan dahulu, Latih kemudian.

Jika Anda ingin rencana pelatihan Anda memiliki nilai besar dalam jangka panjang, maka ada baiknya meluangkan waktu dan upaya untuk meletakkan dasarnya terlebih dahulu. Strategi dan perencanaan adalah tulang punggung dari setiap proyek menyeluruh, baik saat Anda menargetkan sasaran di seluruh perusahaan atau yang terkait dengan karyawan.

Dengan berfokus pada prinsip-prinsip inti dan keterampilan yang Anda ingin latih terhadap karyawan Anda, dan meminta mereka terus menerus memberikan feedback, serta berusaha untuk membuat program yang dinamis, hasilnya karyawan Anda akan lebih mudah menerapkan keterampilan yang mereka pelajari di tempat kerja. inilah yang disebut dengan meningkatkan karyawan berarti mengembangkan bisnis Anda.

Leave A Reply

Your email address will not be published.